Sadar atau tidak, hidup manusia di alam fana ini tidak akan terlepas daripada menerima nikmat dan rahmat Allah.
Nikmat
yang dikurniakan Allah kepada manusia adalah tidak terhitung banyaknya.
Jumlahnya tidak dapat dihitung dan ditimbang. Ini jelas dinyatakan Allah
Ta'ala dalam firman-Nya:
"Dan sekiranya kamu menghitung
nikmat Allah, nescaya tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya Tuhan itu
Maha Pengampun dan Maha Penyayang." -
(Surah an-Nahl, ayat 18)
Meneliti
kejadian dan karunia anggota badan utama pada tubuh manusia seperti
kaki, tangan, perut, mulut, telinga, hidung dan mata, sudah cukup bagi
kita membuat kesimpulan betapa berkuasa, agung dan murahnya Allah Ta'ala serta
betapa lemah dan tidak berdayanya manusia yang menghuni alam fana ini.
Anggota
badan itu pula dijadikan Allah Ta'ala dengan rapi dan lengkap serta dapat
bergerak dan berfungsi serentak pada waktu sama. Sambil melihat, kita
dapat berbicara , mendengar, melihat , berjalan dan sebagainya.
Imam
Al Ghazali mendefinasikan nikmat itu sebagai: setiap kebaikan,
kelazatan dan kebahagiaan serta setiap kebahagiaan hidup 'ukhrawi' -
'hari akhirat yang kekal abadi.'
Secara umumnya, nikmat karunia Allah Ta'ala kepada setiap orang manusia dapat dibagi kepada dua yaitu:
1) Nikmat bersifat 'fitri' yaitu nikmat yang dibawa oleh manusia ketika dilahirkan lagi.
2) Nikmat mendatang yaitu nikmat yang diterima dan dirasakan dari masa ke semasa.
Nikmat bersifat fitri itu digambarkan oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya bermaksud:
"Dan
Tuhan melahirkan kamu dari perut ibumu tanpa mengetahui apa-apa pun.
Dan (kemudian) diberinya kamu pendengaran, penglihatan dan hati supaya
kamu bersyukur - berterima kasih." - (Surah an-Nahl, ayat 78)
Sesungguhnya
manusia ini dilahirkan ke dunia dalam keadaan bertelanjang bulat.
Tetapi dilengkapi dengan alat yang diperlukan dalam perjuangan hidup
ini.
Dalam ayat di atas, yang dimaksudkan dengan kelengkapan itu ialah telinga, mata dan hati (akal).
Ada
pun nikmat yang kedua iaitu nikmat yang dianggap mendatang itu ialah
segala kenikmatan, kelazatan, kebahagiaan dan sebagainya yang diterima
oleh manusia dalam perjalanan hidupnya.
Segala sesuatu yang ada
dalam alam ini, bermula daripada tanam tanaman sampailah kepada binatang
ternakan dan barang logam, semuanya diperuntukkan supaya dapat
dimanfaatkan oleh manusia.
Keadaan dan kenyataan ini dijelaskan oleh Allah Ta'ala dengan firman-Nya yang bermaksud:
"Dan
sebagai tanda untuk mereka ialah bumi yang mati (kering), Kami hidupkan
dan Kami keluarkan dari dalamnya buah tanam-tanaman sebahagiannya
mereka makan. Dan Kami adakan padanya kebun kurma dan anggur.
"Dan
Kami pancarkan padanya beberapa mata air supaya mereka dapat makan
buahnya. Semua itu bukanlah (hanya) usaha tangan mereka. Mengapa mereka
tidak bersyukur." - (Surah Yasin, ayat 31 hingga 35)
Lumrahnya,
seseorang manusia itu hanya akan menyadari nikmat yang dikaruniakan Allah Ta'ala
kepadanya apabila nikmat itu hilang atau terlepas daripadanya (dicabut
oleh Tuhan kembali).
Andai kata matanya rusak sebelah, kakinya
patah, kakinya kudung atau seumpama itu berlaku ke atas dirinya, maka
ketika itu barulah berasa sungguh-sungguh bagaimana nikmatnya mempunyai
dua biji mata, mempunyai kaki dan tangan tidak cacat.
Sesungguhnya nikmat kesihatan betul-betul dirasai apabila kita sakit.
Seorang
yang berkuasa atau berpangkat akan berasa nikmat memegang kuasa dan
pangkat selepas jatuh atau dipecat daripada kekuasaan serta jawatan yang
disandangnya hilang.
Seorang hartawan apabila jatuh miskin dan
melarat, maka akan rasa bersalah olehnya bagaimana besarnya nikmat
kekayaan yang pernah dikecapinya itu.
Oleh itu peliharalah setiap
nikmat diperolehi. Bersyukur dan berterima kasihlah kepada Allah Yang
Maha Kuasa supaya nikmat itu akan terus dikekalkan-Nya.
Syukur
dapat diertikan sebagai: Mengerti bahawa semua nikmat yang ada pada diri
seseorang hamba, baik yang lahir mahu pun yang batin, semuanya daripada
Allah sebagai pemberian daripada-Nya.
Tanda seseorang itu
bersyukur ialah apabila gembira wujudnya nikmat pada dirinya, yang
melorongkan jalan untuk beramal ibadat dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Orang
yang bersyukur kepada Allah Ta'ala akan memperbanyakkan ucapan syukur dan
terima kasih kepada-Nya. Mereka akan mengerjakan ketaatan kepada Allah
dan akan membesarkan nikmat sekalipun nikmat itu kecil saja.
Sesungguhnya bersyukur kepada Allah Ta'ala adalah perbuatan wajib ke atas setiap manusia. Ini jelas daripada firman-Nya:
"Syukurlah terhadap nikmat Allah jika kamu sungguh-sungguh menyembah kepada Nya." - (Surah an-Nahl, ayat 144)
Lawan
syukur ialah kufur. Seseorang yang menggunakan nikmat ini pada tempat
bertentangan dengan tujuan penciptaannya, maka sebenarnya mengkufuri
nikmat Allah Ta'ala yang menganugerahkan nikmat itu kepadanya.
Seseorang
yang memukul orang lain dengan tangannya, maka orang itu dikira
mengkufuri nikmat, sebab tangan yang dijadikan Allah Ta'ala untuk
mempertahankan diri daripada perkara yang mengancamnya bukan mencedera
atau membinasakan orang lain.
Seseorang itu dianggap tidak
menggunakan nikmat matanya kerana mengkufuri nikmat mata apabila
menggunakannya untuk melihat wajah perempuan yang bukan muhrimnya.
Mata dijadikan Allah Ta'ala untuk melihat perkara mendatangkan kebaikan bagi agama dan dunia.
Sebab itu mata hendaklah dipelihara daripada melihat perkara yang mendatangkan bahaya dan mudarat.
Sikap
syukur pula untuk keuntungan manusia sendiri. Tuhan tidak mendapat
apa-apa keuntungan dengan perbuatan syukur yang dilakukan oleh
hamba-Nya. Sebaliknya, Tuhan juga tidak akan rugi dengan sikap kufur dan
engkar yang ditunjukkan oleh manusia.
Perkara ini dijelaskan oleh Allah Ta'ala melalui firman-Nya yang bermaksud:
"Barang
siapa yang bersyukur maka hal itu untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan
barang siapa yang ingkar maka sesungguhnya Tuhan itu Maha Kaya dan Maha
Mulia." - (Surah al-Naml, ayat 40)
Orang yang bersyukur jiwanya
akan menjadi semakin bersih. Dia akan bertambah dekat kepada Tuhan dan
semakin sadar bahawa nikmat itu adalah kurniaan Illahi yang perlu
dipergunakan untuk kebaikan sesama manusia.
Seseorang yang
memperolehi kekayaan, maka kekayaan itu hendaklah digunakan pula untuk
keperluan kebaikan seperti membantu fakir miskin, menolong orang yang
memerlukan dan sebagainya.
Orang berpangkat dan berkuasa hendaklah melakukan kebaikan terhadap orang di bawah atau rakyat jelata.
Sesungguhnya
bagi orang bersyukur maka nikmat yang diperolehinya semakin bertambah.
Ini jelas dinyatakan Allah dengan firman-Nya yang bermaksud:
"Jika
kamu bersyukur maka Aku (Tuhan) akan menambah (nikmat) itu kepada kamu.
Dan jika kamu engkar maka sesungguhnya seksa Aku amat pedih." - (Surah
Ibrahim, ayat 7)
Sadar akan pentingnya sikap ini, maka syukurilah nikmat kurniaan Allah Ta'ala kepada kita baik nikmat lahir atau batin.
Mudah-mudahan
dengan berbuat demikian, maka nikmat itu akan kekal berterusan bersama
kita dan hidup kita pula akan mendapat keridhoan Allah subhanahu wa Ta'ala baik di dunia atau
akhirat.
Rabu, 11 Juli 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Sholat Tahajud
azid Ar-Roqosyi : " Sholat Malam (Qiyamul Lail) adalah cahaya bagi orang
mukmin pada hari kiamat, dimana ia berjalan di hadapan dan di belakang
cahaya tersebut. Sementara itu, puasa seorang hamba akan menjauhkannya
dari panasnya neraka yang menyala-nyala." Ash Sholat Wat Tahajjud, hal
298.
Saudaraku, sesungguhnya sholat tahajud merupakan lambang orang-orang sholih.
Sholat tahajud merupakan ibadah nafilah (tambahan, sunnah) yang paling agung dan paling mulia.
Di dalamnya terdapat berbagai keutamaan dan kebaikan yang melimpah. Sholat tahajjud merupakan energi sejuta mukjizat. Sholat tahajud memberikan power yang sangat kuat (Power of Tahajud).
Disini saya ingin menyebutkan kepada Anda sebagian darinya. Harapan saya mudah-mudahan hal ini akan meniupkan kepada kita spirit kegairahan untuk senantiasa disiplin dalam mengerjakan sholat malam tahajud, sekalipun hanya sesaat menjelang sholat subuh, kemudian membaca do'a dan istighfar kepada Alloh swt.
Beberapa Keutamaan Sholat Sunnah Tahajjud (Qiyamul Lail) adalah sebagai berikut :
" Sesungguhnya di waktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Alloh swt berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti Alloh swt akan memberikannya kepadanya. Waktu tersebut terdapat pada setiap malam."
HR. Muslim
Ibunda Sulaiman bin Dawud as pernah berkata, "Wahai anakku, janganlah engkau tidur dimalam hari (tidak sholat malam), karena orang yang tidur di malam hari akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan merugi dari segala kebaikan."
Alloh swt pernah mewahyukan kepada Nabi Dawud as, "Wahai Dawud, sebenarnya telah berdusta orang yang mengaku cinta kepada Ku, akan tetapi ketika malam tiba, ia tidur saja tanpa beribadah kepada-Ku."
Tanbihul Mughtarrin, Syaikh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni, disunting oleh Abdul Jalil 'Atho, hal 94.
Diriwayatkan bahwa Nabi Dawud as, pernah bermunajat, " Ya Robbi, manakah waktu yang aku gunakan untuk mengerjakan sholat untuk-Mu?" Alloh swt berfirman, "Janganlah mengerjakan sholat di awal malam maupun di bagian akhir, akan tetapi kerjakan sholat di tengah malam, sehingga engkau bisa menyendiri dengan-Ku dan Aku menyendiri denganmu, lalu adukan kepada-Ku semua kebutuhanmu!"
Ibid, hal.98.
" Sholat yang paling dicintai oleh Allah adalah sholat Nabi Dawud. Demikian juga, puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Dawud. Beliau tidur pada separoh malam (yang pertama), lalu bangun sepertiganya, kemudian tidur kembali pada sisa waktu seperenamnya. Beliau sehari berpuasa dan sehari berbuka."
HR. Bukhori (III/13) dan Muslim (II/816).
Saudaraku, sesungguhnya sholat tahajud merupakan lambang orang-orang sholih.
Sholat tahajud merupakan ibadah nafilah (tambahan, sunnah) yang paling agung dan paling mulia.
Di dalamnya terdapat berbagai keutamaan dan kebaikan yang melimpah. Sholat tahajjud merupakan energi sejuta mukjizat. Sholat tahajud memberikan power yang sangat kuat (Power of Tahajud).
Disini saya ingin menyebutkan kepada Anda sebagian darinya. Harapan saya mudah-mudahan hal ini akan meniupkan kepada kita spirit kegairahan untuk senantiasa disiplin dalam mengerjakan sholat malam tahajud, sekalipun hanya sesaat menjelang sholat subuh, kemudian membaca do'a dan istighfar kepada Alloh swt.
Beberapa Keutamaan Sholat Sunnah Tahajjud (Qiyamul Lail) adalah sebagai berikut :
" Sesungguhnya di waktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Alloh swt berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti Alloh swt akan memberikannya kepadanya. Waktu tersebut terdapat pada setiap malam."
HR. Muslim
Ibunda Sulaiman bin Dawud as pernah berkata, "Wahai anakku, janganlah engkau tidur dimalam hari (tidak sholat malam), karena orang yang tidur di malam hari akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan merugi dari segala kebaikan."
Alloh swt pernah mewahyukan kepada Nabi Dawud as, "Wahai Dawud, sebenarnya telah berdusta orang yang mengaku cinta kepada Ku, akan tetapi ketika malam tiba, ia tidur saja tanpa beribadah kepada-Ku."
Tanbihul Mughtarrin, Syaikh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni, disunting oleh Abdul Jalil 'Atho, hal 94.
Diriwayatkan bahwa Nabi Dawud as, pernah bermunajat, " Ya Robbi, manakah waktu yang aku gunakan untuk mengerjakan sholat untuk-Mu?" Alloh swt berfirman, "Janganlah mengerjakan sholat di awal malam maupun di bagian akhir, akan tetapi kerjakan sholat di tengah malam, sehingga engkau bisa menyendiri dengan-Ku dan Aku menyendiri denganmu, lalu adukan kepada-Ku semua kebutuhanmu!"
Ibid, hal.98.
" Sholat yang paling dicintai oleh Allah adalah sholat Nabi Dawud. Demikian juga, puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Dawud. Beliau tidur pada separoh malam (yang pertama), lalu bangun sepertiganya, kemudian tidur kembali pada sisa waktu seperenamnya. Beliau sehari berpuasa dan sehari berbuka."
HR. Bukhori (III/13) dan Muslim (II/816).
Dahsyatnya Sholat Tahajud
Dahsyatnya Sholat Tahajud
"Keutamaan sholat malam atas sholat di siang hari adalah seperti keutamaan sedekah secara sembunyi atas sedekah secara terbuka."
Baihaqi meriwayatkan dari nabi sholallahu alaihi wasalam bahwa beliau bersabda, "Pada hari kiamat nanti, umat manusia akan dihimpun di suatu tanah lapang, lalu ada malaikat yang memanggil dengan mengatakan, 'Di manakah orang-orang dahulu lambung mereka jauh dari tempat tidur?(sholat tahajud)' Mereka pun berdiri, sedangkan jumlah mereka sedikit. Mereka masuk ke dalam surga tanpa hisab. Sesudah itu, seluruh golongan manusia yang lainnya diperintahkan agar dihisab."
KEUTAMAAN SHOLAT TAHAJUD
>> Sholat malam merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT dan Penghapus dosa.
Diriwayatkan dari Abu Umamah rodhiyallahu anha, Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabda : " Kerjakanlah sholat malam (sholat tahajud), karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan bentuk pendekatan diri kepada Robb kalian, penghapus dosa-dosa serta pencegah perbuatan dosa."
H.R Tirmidzi (3549) dan Hakim (I/308)
>> Sholat malam menyehatkan badan.
Rosulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat Thobroni : " Kerjakanlah sholat malam (sholat tahajud), karena sesungguhnya ia akan mengusir penyakit dari dalam tubuh."
>> Orang yg disiplin sholat malam akan masuk surga dg kedamaian.
Thobroni meriwayatkan dengan sanad hasan dari Abdulloh Ibnu Umar r.a, bahwa nabi sholall`hu alaihi wasalam bersabda, "Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebuah istana, dimana bagian luarnya bisa dilihat dari dalam, dan bagian dalamnya bisa dilihat dari luar." Abu Malik Al-Asy'ari r.a bertanya, "Untuk siapakah istana itu, wahai Rosululloh?" Beliau menjawab, "Untuk orang yang berkata baik, memberikan makan, dan mengerjakan sholat malam (sholat tahajud)ketika orang-orang sedang tidur malam."
>> Sholat malam merupakan kemuliaan orang mukmin di dunia dan akhirat.
Thobroni meriwayatkan dg isnad hasan dari Sahl bin Sa'd r.a, bahwa ia berkata, "Jibril datang kepada nabi saw seraya berkata, "Wahai Muhammad, hiduplah sesuka hatimu, sesungguhnya engkau akan mati. Kerjakanlah sesukamu, sesungguhnya engkau akan diberi balasan atas tindakanmu itu. Cintailah orang yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau tetap akan berpisah dengannya. ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin itu terletak pada sholat malam yang dikerjakannya. Sedangkan kemuliaanya terletak pada kecukupannya dari (bantuan) orang lain."
>> Orang yang bangun malam untuk mengerjakan sholat tidak akan merugi.
Thobroni meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud r.a, bahwa Rosulullh saw bersabda, "Alloh tidak akan menjadikan rugi seseorang yang bangun tengah malam, lalu ia membaca surat Al Baqarah dan surat Ali Imron.
>> Orang yang mengerjakan sholat malam akan mendapatkan kedekatan dg Allah Swt.
Tirmidzi meriwayatkan dari Amru bin 'Anbasah r.a, bahwa ia pernah mendengar Nabi saw bersabda, "Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Robbnya adalah ditengah malam terakhir. Jika engkau bisa menjadi bagian dari orang yang berdzikrulloh ketika itu, lakukanlah."
>> Orang yang mengerjakan sholat malam akan dicatat sebagai golongan yang banyak menyebut nama Alloh (berdzikir).
Rosulullah saw bersabda : " Jika seseorang membangunkan istrinya di tengah malam, lalu keduanya sholat malam dua rokaat secara berjamaah, maka keduanya dicatat sebagai bagian dari golongan laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir." HR. Abu Dawud
>> Mendapatkan Rahmat dan Ampunan dari Allah.
Rosulullah saw bersabda : "Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam, kemudian mengerjakan sholat dan membangunkan istrinya (agar ikut mengerjakan sholat malam), lantas jika istrinya enggan, maka ia memerciki wajahnya dengan air. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam kemudian mengerjakan sholat malam dan membangunkan suaminya (agar mengerjakan sholat malam), lantas jika suaminya enggan, maka ia memerciki wajahnya dengan air." HR. Abu Dawud (1308) dan Ibnu Majah (1335).
ADAB-ADAB SHOLAT TAHAJUD
Mengambil petunjuk Nabi s.a.w didalam menunaikan sholat malam.
# Berniat Sholat Malam Ketika Menjelang Tidur
"Segala amal perbuatan itu berdasarkan niatnya."
HR. Bukhori (1) dan Muslim (1907).
"Barangsiapa mendatangh ranjangnya dalam keadaan berniat untuk bangun mengerjakan sholat di malam hari, kemudian ia tertidur hingga Shubuh, maka dituliskanlah untuknya pahala niat sholat malam tersebut, sedangkan tidurnya itu merupakan sedekah untuk dirinya dari Robbnya Azza Wajalla."
HR. Nasa'i (1786), Ibnu Majah (1344), dan Hakim (I/311).
# Berdzikir Ketika Bangun Tidur
Diriwayatkan dari Ummu Salamah bin Abdirrohman bin Auf bahwa ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Aisyah rodhiyallahu anha, 'Dengan apa Nabi s.a.w biasanya membuka sholatnya jika beliau bangun di malam hari?' Aisyah menjawab, 'Jika Nabi s.a.w bangun di malam hari, maka beliau membuka sholatnya dengan bacaan doa :
(yang artinya: Ya Alloh, Robbnya malaikat Jibril, Mika'il dan Isrofil, Pencipta langit dan bumi, serta yang mengetahui yang ghoib dan yang nampak, Engkau yang membuat hukum(untuk memutuskan perkara) diantara hamba-hamba-Mu mengenai apa yang mereka perselisihkan. Maka, berikanlah aku petunjuk akan kebenaran tentang apa yang diperselisihkan padanya dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus."
HR. Muslim (770)
Imam Nawawi di dalam Al-Majmu' mengatakan, "Disunnahkan bagi setiap orang yang bangun untuk mengerjakan sholat malam agar mengusap wajahnya, bersiwak, serta memandang ke langit seraya membaca ayat-ayat akhir surat Ali 'Imron, yaitu, 'Inna fî kholqis samâwâti wal ardhi..
Hal ini berdasarkan pada hadits dari Rosulullah s.a.w yang disebutkan dalam Ash-Shohîhain."
Al Majmû' (IV/45).
# Bersiwak Ketika Hendak Sholat
Diriwayatkan dari Hudzaifah r.a. , bahwa Nabi s.a.w jika bangun untuk mengerjakan sholat tahajud di malam hari, maka beliau membersihkan mulutnya dengan menggunakan siwak.
HR. Bukhori (245) dan Muslim (255).
# Membangunkan Istri Untuk Ikut Sholat Malam
Diriwayatkan dari Aisyah r.a, bahwa ia berkata : "Rosulullah sholallohu alaihi wassalam mengerjakan sholat malam, dan ketika beliau hendak witir, maka beliau berkata, 'Bangunlah dan kerjakanlah sholat witir, wahai Aisyah'."
HR. Bukhori (512) dan Muslim (744).
# Memulai Sholat Malam dengan Dua Roka'at Ringan
Diriwayatkan dari Aisyah r.a. , bahwa ia berkata : " Rosulullah s.a.w itu jika bangun di malam hari untuk mengerjakan sholat, maka beliau membuka sholatnya dengan mengerjakan sholat dua rokaat ringan." HR. Muslim (767)
Diriwayatkan dari Zaid bin Kholid Al-Juhani r.a, bahwa ia berkata, "Aku pernah mengintip sholat malam yang dikerjakan Rosulullah s.a.w, dan ternyata beliau mengerjakan sholat dua rokaat ringan terlebih dahulu, baru kemudian mengerjakan dua rokaat yang panjang."
HR. Muslim (765).
Diriwayatkan dari Abu Huroiroh r.a , bahwa nabi s.a.w bersabda :
" Jika salah seorang diantara kalian mengerjakan sholat di malam hari, maka hendaklah ia membuka sholatnya dengan dua rokaat ringan."
HR. Muslim (768).
Imam Nawawi mengatakan, " ini merupakan bukti mengenai kesukaan beliau agar bisa lebih giat dan bersemangat lagi pada rokaat - rokaat berikutnya (setelah dibuka dengan dua rokaat ringan)."
Shohîh Muslim bi Syarhin Nawawî (IV/54).
Keutamaan sholat malam tahajud
"Keutamaan sholat malam atas sholat di siang hari adalah seperti keutamaan sedekah secara sembunyi atas sedekah secara terbuka."
Baihaqi meriwayatkan dari nabi sholallahu alaihi wasalam bahwa beliau bersabda, "Pada hari kiamat nanti, umat manusia akan dihimpun di suatu tanah lapang, lalu ada malaikat yang memanggil dengan mengatakan, 'Di manakah orang-orang dahulu lambung mereka jauh dari tempat tidur?' Mereka pun berdiri, sedangkan jumlah mereka sedikit. Mereka masuk ke dalam surga tanpa hisab. Sesudah itu, seluruh golongan manusia yang lainnya diperintahkan agar dihisab."
Ayat - Ayat Perintah Sholat Tahajud

QS. Al Isro'
79. Dan pada sebahagian malam hari, kerjakanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Robb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
QS. Adz Dzaariyaat
15. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air,
16. sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
17. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.
18. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.
QS. As Sajdah
16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.
[1193]. Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.
17. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.
QS.Az Zumar
9. (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
QS. Al Insaan
26. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.
QS. Qaaf
40. Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.
QS. Ath Thuur
48. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri[1428].,
[1428]. Maksudnya hendaklah bertasbih ketika kamu bangun dari tidur atau bangun meninggalkan majlis, atau ketika berdiri hendak shalat.
49. dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).
QS. Al Furqaan
64. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka[1072].
[1072]. Maksudnya orang-orang yang sembahyang tahajjud di malam hari semata-mata karena Allah.
QS. Ali 'Imran
113. Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus[221], mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
[221]. Yakni: golongan Ahli Kitab yang telah memeluk agama Islam
AYAT ALQURAN TENTANG SHOLAT MALAM
Anjuran tahajud berdasarkan AlQuran dan Sunnah
QS. Al Isro'
79. Dan pada sebahagian malam hari, kerjakanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Robb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
QS. Adz Dzaariyaat
15. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air,
16. sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
17. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.
18. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.
QS. As Sajdah
16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.
[1193]. Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.
17. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.
QS.Az Zumar
9. (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
QS. Al Insaan
26. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.
QS. Qaaf
40. Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.
QS. Ath Thuur
48. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri[1428].,
[1428]. Maksudnya hendaklah bertasbih ketika kamu bangun dari tidur atau bangun meninggalkan majlis, atau ketika berdiri hendak shalat.
49. dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).
QS. Al Furqaan
64. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka[1072].
[1072]. Maksudnya orang-orang yang sembahyang tahajjud di malam hari semata-mata karena Allah.
QS. Ali 'Imran
113. Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus[221], mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
[221]. Yakni: golongan Ahli Kitab yang telah memeluk agama Islam.
HADITS HADITS TENTANG SHOLAT MALAM
Diriwayatkan Aisyah r.a, ia berkata :
" Nabi saw mengerjakan sholat malam hingga bengkak kedua telapak kaki beliau,lalu aku katakan kepada beliau,'Mengapa engkau melakukan seperti ini, ya Rosulullah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah?'Beliau menjawab,'Apakah aku tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur?"
(HR Bukhori VIII/449 dan Muslim 2819 dan 2820)
Diriwayatkan dari Abu Huroiroh r.a, bahwa Rosulullah saw bersabda :
“Setan mengikat pada ujung kepala salah seorang diantara kalian jika tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan : “Engkau masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!’ Jika ia bangun lantas menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mengerjakaan sholat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, demikian juga jiwanya akaan menjadi baik. Jika tidak demikian, maka keesokan harinya ia menjadi kotor jiwanya lagi pemalas.” (HR. Muslim 1163).
Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, bahwa Nabi saw bersabda :
“ Sholat malam adalah dua rokaat dua rokaat. Jika engkau khawatir segera tiba waktu Subuh, maka witirlah dengan satu rokaat saja.” (HR. Bukhori (II/397), Muslim (749) dan Abu Dawud (1326).
Diriwayatkan dari Jabir r.a, bahwa ia berkata : Aku telah mendengar Rosululloh saw bersabda :
“ Sesungguhnya diwaktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti Allah akan memberikannya kepadanya. Waktu itu terdapat pada setiap malam.” (HR. Muslim)
Diriwayatkan dari Abdulloh bin Amru bin Ash r.a, bahwa Rosululloh saw bersabda :
“ Sholat yang paling dicintai oleh Allah adalah sholat Nabi Dawud. Demikian juga, puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Dawud. Beliau tidur separuh malam (yang pertama), lalu bangun sepertiganya, kemudian tidur kembali pada sisa waktu seperenamnya. Beliau sehari berpuasa dan sehari berbuka.” (HR. Bukhori (III/13) dan Muslim (II/816).
Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, bahwa ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda :’
“ Jadikanlah sholat witir sebagai akhir sholat kalian di malam hari.”
(HR. Bukhori (II/406), Muslim (751), Abu Dawud (1438) dan nasa’I (230-231)
Diriwayatkan dari Abu Huroiroh r.a, bahwa Rosulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman,
“ Barangsiapa memusuhi seorang wali-Ku, maka Aku kumandangkan perang terhadapnya. Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada (melaksanakan) apa yang telah Aku wajibkan terhadapnya. Dan hamba-Ku masih saja mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan nafilah (sunnah), sehingga Aku mencintainya, Jika Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang dia pakai untujk mendengar, matanya yang dia pakai untuk melihat, tangannya yang dia pakai memegang, dan kakinya yang dia pakai untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya; dan bila ia memohon perlindungan kepada-Ku, niscay Aku berikan perlindungan kepadanya.” (HR. Bukhori (XI/292)
Rabu, 16 Mei 2012
Konteks hadits terputusnya amal seseorang kecuali tiga perkara
Tiga hal yg mengikuti jenazah sampai kuburan
Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa salam telah mangingatkan kita dalam sebuah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari hadits Dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Mayit itu diikuti oleh tiga golongan, akan kembali dua golongan dan satu golongan akan tetap menemaninya, dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali pulang sementara amalnya akan tetap menemaninya”.Al-Bukhari dan Muslim
hadis lain :
"Ada tiga hal yang mengikuti mayit,lalu yang dua pulang dan yang satunya tidak.Yang mengikutinya ialah harta, keluarganya dan amalnya, lalu keduanya pulang(harta dan kelurga),dan yang tetap tinggal adalah amalnya”.HR Muslim
"Mayit itu diikuti oleh tiga golongan, akan kembali dua golongan dan satu golongan akan tetap menemaninya, dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali pulang sementara amalnya akan tetap menemaninya”.Al-Bukhari dan Muslim
hadis lain :
"Ada tiga hal yang mengikuti mayit,lalu yang dua pulang dan yang satunya tidak.Yang mengikutinya ialah harta, keluarganya dan amalnya, lalu keduanya pulang(harta dan kelurga),dan yang tetap tinggal adalah amalnya”.HR Muslim
Ya,
kita lupa untuk beramal shaleh ketika didunia sebagai bekal akhirat
kita. Padahal amal perbuatan kita yang akan menemani kita di kehidupan
selanjutnya- di kubur, masyhar dan akhirat lainnya-, baik perbuatan baik
maupun salah. Keluarga yang kita cintai dan mencintai kita tidak akan
menemani kita kedalam kubur, kecuali anak keturunan yang shaleh yang
senantiasa mendoakan kita, akan menjadi penghibur kita dengan doa yang
dilantunkan untuk kita.
Ya,
keluarga dan harta yang selalu bergaul dengan kita, suatu saat akan
berpisah dengan kita. Maka orang yang berbahagia adalah orang yang
menjadikan hartanya sebagai sarana untuk berdzikir kepada Allah Subhana
wa ta’ala dan menafkahkannya untuk kepentingan akhirat serta membina
keluarga, istri dan anaknya, agar menjadi hamba yang shaleh dan shalehah
yang akan senantiasa beramal shaleh dan mendoakannya yang berguna bagi
dirinya yaitu orang tuanya yang mendidik dan membinanya ketika telah
tiada. Dan sebaliknya, orang yang merugi adalah orang yang menjadikan harta dan keluarga sesuatu yang menyibukkanya hingga lupa danlalai kepada Allah Subhana wa Ta’ala.
Allah Subhana Wa Ta’ala mengingatkan dalan firman-Nya :
“Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami…”. (QS. Al-Fath: 11).
Dan firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang mdmbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.. (QS. Al-Munafiqun: 9).
Nah
jika demikian, mari kita ingat untuk mempersiapkan bekal hari akhir.
Bukan dengan melupakan dunia kita, tetapi dengan menggunakan dunia kita
untuk senantiasa ingat Allah Subhana wa Ta’ala. Ingatlah hari dimana
Allah Ta’ala berfirman :
(yaitu)
di hari dimana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. kecuali
orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. Al-Asyu’ara: 88-89.
Terputusnya amal seseorang kecuali tiga perkara
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayub dan Qutaibah (yakni Ibnu Sa’id) dan Ibnu Hajar, mereka berkata : Telah menceritakan kepada kami Isma’il (dan dia adalah Ibnu Ja’far) dari al-’Ala’i dari Bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631
Makna hadits
Pertama: Jika manusia itu mati, amalannya terputus. Dari sini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia.
Kedua: Allah menjadikan hamba sebab sehingga setelah meninggal dunia sekali pun ia masih bisa mendapat pahala, inilah karunia Allah.
Ketiga: Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:
a. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.
b. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.
c. Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.
Keempat: Di antara kebaikan lainnya yang bermanfaat untuk mayit muslim setelah ia meninggal dunia yang diberikan orang yang masih hidup adalah do’a kebaikan yang tulus kepada si mayit tersebut. Do’a tersebut mencakup do’a rahmat, ampunan, meraih surga, selamat dari siksa neraka dan berbagai do’a kebaikan lainnya.
Kelima: Sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “atau anak sholeh yang mendo’akannya”, tidaklah dipahami bahwa do’a yang manfaat hanya dari anak saja. Bahkan do’a kebaikan orang lain untuk si mayit tersebut tetap bermanfaat insya Allah. Oleh karena itu, kaum muslimin disyari’atkan melakukan shalat jenazah terhadap mayit lalu mendo’akan mayit tersebut walaupun mayit itu bukan ayahnya.
Keenam: Dalam hadits terdapat isyarat adanya keutamaan menikah, juga terdapat dorongan untuk menikah dan memperbanyak keturunan supaya mendapatkan keturunan sholeh (sehingga bermanfaat nantinya ketika kita telah meninggal dunia, pen).
Penjelasan hadits terputusnya amal reseorang kecuali tiga perkara
Perlu
kita ingat bahwa 'pemahaman' suatu apapun itu akan berbeda makna
tergantung dari dari mana kita meng`mbil sumbernya sebuah ukuran,dalam
arti semua ilmu akan memiliki makna berbeda sesuai dengan ukuran yang
dipilihnya.Sudah menjadi kewajiban sebagai umat muslim,kita harus
menjadikan Al-Qur'an,Assunnah dan ijma' sebagai ukuran dalam memahami
segala sesuatu,baik itu menyangkut urusan di dunia maupun untuk urusan
di akhirat kelak.
Jika suatu pemahaman hanya didasarkan pada ukuran hawa nafsu,popularitas,kekuasaan dan baik semata maka bersiaplah kita akan tersesat didalamnya.
Barang siapa yang Allah kehendaki baik dalam hidupnya adalah Allah telah meluruskan pemahaman dalam agamanya,begitu sebaliknya.Oleh karena itu,mari kita jaga hati,lisan dan sikap kita atas ilmu yang belum kita pahami seutuhnya.Namun seperti yang Rosulalloh sabdakan bahwa kita tidak akan tersesat selama berpegang teguh dengan kitabulloh dan assunnah.
Seperti bagaimana para ulama telah memahami hadits ini,sudah menjadi ijma' (kesepakatan) bahwa seseorang yang telah meninggal maka terputuslah amalnya,kecuali 3 hal yakni amal jariyyah,ilmu yang bermanfa'at dan anak sholeh yang selalu mendo'akannya.
1.Shodaqoh Amal Jariyyah
Seseorang yang telah wafat atau meninggal dunia akan mendapatkan pahala yang yang terus mengalir dari amal jariyah yang telah ia sodaqohkan selama hidupnya.
Misal selama hidup ia memberikan sedekah amal untuk pembangunan masjid,pembuatan sumur,sedekah mobil jenazah dan lain sejenisnya.Selama sesuatu itu yang ia tinggalkan masih bermanfaat untuk masyarakat sebagai penunjang mengunduh pahala,maka ia (seseorang yang telah meninggal tersebut) akan terus mendapatkan pahalanya,tentu seseorang tersebut memiliki akidah dan ketauhidan yang benar.
Apakah pahala akan sampai kepada si mayyit dari shodaqoh yang diwakilkan?
Sesuai dengan ilmu syar'i,tentu sampainya pahala ini pada ahli kubur harus berdasarkan ukuran Al-Qur'an dan sunnah serta ijma' para ulama salafush shaleh.Diantaranya,pahala tetap sampai pada ahli kubur meskipun shodaqoh diwakilkan oleh seseorang yang masih hidup dengan catatan amal jariyyah tersebut diniatkan untuk si mayyit,dan hal ini tentu harus sesuai dengan ilmu syar'i mengingat kita juga harus mengetahui syarat diterimanya sebuah amal,seperti terhindar dari kebid'ahan dan syirik.
2.Ilmu yang Bermanfaat
Inilah mengapa Islam sangat menekankan kepada kita untuk selalu beramar ma'ruf nahi munkar dan menekankan untuk senantiasa menjaga lisan kita.Karena ketahuilah saudaraku,sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
Misal selama hidup ia meninggalkan ilmu tentang mencari keselamatan hakiki dan senantiasa beramar ma'ruf nahi munkar,melakukan dakwah Islam yang murni sesuai ilmu syar'i,menuliskan buku tentang ilmu-ilmu agama (tauhid,fiqh,akidah,dll),membuat situs atau blog yang memberikan ilmu syar'i yang bermanfaat dan lain sebagainya.
Begitu juga ilmu yang kita turunkan pada anak dan cucu kita,saudara-saudara kita dan sesama.
Disini dapat kita lihat,bagaimana kita akan mempertanggungjawabkan jika ilmu yang kita sampaikan selama hidup jauh dari kebenaran justru sebaliknya mengajak pada kemungkaran,misal membuat situs pornografi,situs-situs penghujat Islam,dll?Na'udzubillah.
3.Anak sholeh yang senantiasa selalu mendo'akannya
Hal dan perkara yang ketiga inilah yang menjadi pro kontra dan menghasilkan pemahaman yang berrbeda-beda,mengapa hal ini bisa terjadi?
Betul akhi,karena pemahaman yang didasarkan ukuran diluar Al-Qur'an,sunnah dan ijma' maka akan menghasilkan praktek-praktek yang justru membuat hati kita bertambah kotor.
Oleh karenanya,
Jika suatu pemahaman hanya didasarkan pada ukuran hawa nafsu,popularitas,kekuasaan dan baik semata maka bersiaplah kita akan tersesat didalamnya.
Barang siapa yang Allah kehendaki baik dalam hidupnya adalah Allah telah meluruskan pemahaman dalam agamanya,begitu sebaliknya.Oleh karena itu,mari kita jaga hati,lisan dan sikap kita atas ilmu yang belum kita pahami seutuhnya.Namun seperti yang Rosulalloh sabdakan bahwa kita tidak akan tersesat selama berpegang teguh dengan kitabulloh dan assunnah.
Seperti bagaimana para ulama telah memahami hadits ini,sudah menjadi ijma' (kesepakatan) bahwa seseorang yang telah meninggal maka terputuslah amalnya,kecuali 3 hal yakni amal jariyyah,ilmu yang bermanfa'at dan anak sholeh yang selalu mendo'akannya.
1.Shodaqoh Amal Jariyyah
Seseorang yang telah wafat atau meninggal dunia akan mendapatkan pahala yang yang terus mengalir dari amal jariyah yang telah ia sodaqohkan selama hidupnya.
Misal selama hidup ia memberikan sedekah amal untuk pembangunan masjid,pembuatan sumur,sedekah mobil jenazah dan lain sejenisnya.Selama sesuatu itu yang ia tinggalkan masih bermanfaat untuk masyarakat sebagai penunjang mengunduh pahala,maka ia (seseorang yang telah meninggal tersebut) akan terus mendapatkan pahalanya,tentu seseorang tersebut memiliki akidah dan ketauhidan yang benar.
Apakah pahala akan sampai kepada si mayyit dari shodaqoh yang diwakilkan?
Sesuai dengan ilmu syar'i,tentu sampainya pahala ini pada ahli kubur harus berdasarkan ukuran Al-Qur'an dan sunnah serta ijma' para ulama salafush shaleh.Diantaranya,pahala tetap sampai pada ahli kubur meskipun shodaqoh diwakilkan oleh seseorang yang masih hidup dengan catatan amal jariyyah tersebut diniatkan untuk si mayyit,dan hal ini tentu harus sesuai dengan ilmu syar'i mengingat kita juga harus mengetahui syarat diterimanya sebuah amal,seperti terhindar dari kebid'ahan dan syirik.
2.Ilmu yang Bermanfaat
Inilah mengapa Islam sangat menekankan kepada kita untuk selalu beramar ma'ruf nahi munkar dan menekankan untuk senantiasa menjaga lisan kita.Karena ketahuilah saudaraku,sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
Misal selama hidup ia meninggalkan ilmu tentang mencari keselamatan hakiki dan senantiasa beramar ma'ruf nahi munkar,melakukan dakwah Islam yang murni sesuai ilmu syar'i,menuliskan buku tentang ilmu-ilmu agama (tauhid,fiqh,akidah,dll),membuat situs atau blog yang memberikan ilmu syar'i yang bermanfaat dan lain sebagainya.
Begitu juga ilmu yang kita turunkan pada anak dan cucu kita,saudara-saudara kita dan sesama.
Disini dapat kita lihat,bagaimana kita akan mempertanggungjawabkan jika ilmu yang kita sampaikan selama hidup jauh dari kebenaran justru sebaliknya mengajak pada kemungkaran,misal membuat situs pornografi,situs-situs penghujat Islam,dll?Na'udzubillah.
3.Anak sholeh yang senantiasa selalu mendo'akannya
Hal dan perkara yang ketiga inilah yang menjadi pro kontra dan menghasilkan pemahaman yang berrbeda-beda,mengapa hal ini bisa terjadi?
Betul akhi,karena pemahaman yang didasarkan ukuran diluar Al-Qur'an,sunnah dan ijma' maka akan menghasilkan praktek-praktek yang justru membuat hati kita bertambah kotor.
Oleh karenanya,
Kita harus benar-benar memahami syarat-syarat diterimanya amal dan harus mengerti benar dibangun diatas dasar apa agama yang kita cintai ini.Islam dibangun berdasarkan dalil,kita puasa,zakat,haji,shalat,wudhu,dll semua itu berdasarkan dalil.Ada dalil yang memerintahkan kita untuk itu,karena memang Islam dibangun berdasarkan dalil.Tak ada dalil buat apa kita lakukan?
Jika kita hanya beranggapan Islam ini diturunkan hanya untuk menyempurnakan akhlak saja,saya kira semua agama mengatur untuk itu.Banyak kaum kuffar yang berakhlak baik,namun apa tujuan diutusnya seorang Rasul? betul akhi,untuk mentauhidkan,mengEsakan Allah Subhanahu wa Ta'ala.Semata-mata ibadah kita,amal kita,do'a kita semata-mata ditujukan hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hanya Allah-lah dzat yang harus kita sembah.
Secara otomatis,dengan hati kita yang mencoba mengindarkan diri dari syirik,kita akan mencari tahu amal seperti apa yang diridhoi dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Lantas `mal seperti apa?
Sesuai dengan bunyi haditr,
Dari Shahabat Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah pergi meninggalkan kami (wafat), dan tidaklah seekor burung yang terbang membalik-balikkan kedua sayapnya di udara melainkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan ilmunya kepada kami.” Berkata Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Tidaklah tertinggal sesuatu pun yang mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah dijelaskan semuanya kepada kalian.”
[HR. Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud (no. 4607), at-Tirmidzi (no. 2676), dari Shahabat al-‘Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu ‘anhu. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albany dalam Irwa-ul Ghaliil, no. 2455.]
Jadi,jika
ada amalan yang tidak ada penjelasandari Al-Qur'an,sunnah dan ijma'
buat apa kita lakukan? kini kembali pada permasalahan anak sholeh yang senantiasa selalu mendo'akannya,jika amalan bid'ah akan tertolak (ini jelas berdasarkan hadits yang shahih) maka masihkan kita sebagai orang tua menginginkan do'a dari anak kita yang masih berbalut bid'ah setelah kita meninggal nanti?
Tak inginkah kita menurunkan ilmu syar'i pada anak-anak kita sebagai bekal hidupnya dan do'a anak kita untuk kita setelah kita tak lagi menginjak dunia ini?
Itulah sebabnya praktek dan amalan-amalan yang tak ada tuntunannya namun berniat untuk mendapatkan pahala seperti tahlilan dan ritual-ritual yang berbalut bid'ah lebih disukai syetan.
Sepintas memang apa yang dilakukan dalam tahlilan adalah baaik,namun coba kita renungkan,
Apakah para sahabat melakukannya?jikalau itu memang baik mengapa sahabat tak pernah melakukannya?
A:Tapi ini khan tradisi mas?..
B:apakah kita akan mendo'akan dan mengirimkan pahala pada simayyit hanya berdasarkan sebuah tradisi?
Masihkah kita tega menyantap makanan dari keluarga yang terkena musibah ini?
A:ah,itu aja khan saya juga niatkan atas nama simayyit mas dan saya ikhlas kok ga ngersa terbebani..
B:apakah belum sampai kepada anda bahwa 'Allah tidak akan menerima amal seseorang yang menyejutukan Allah dan mengingkari apa-apa yang dibawa oleh RasulNya?
A:lalu apa hubungannya?..
B:bagaimana anda bisa mengatakan telah mentauhidkan Allah dan tidak mengingkari apa yang telah disampaikan Rasulalloh sedang anda mesih melakukan praktek bid'ah?
Membaca Al-Qur'an,Dzikir (tahlil) justru kita diwajibkan untuk itu,namun harus kita kerjakan sesuai dengan pada tempatnya,seperti apa? YAKNI seperti apa-apa yang telah disampaikan oleh Rasulalloh melalui hadits-hadits yang shahih,pemahaman para salafush shaleh dan ijma' atau kesepakatan para ulama tentang ilmu syar'i masalah ini.
Jadi,masih relakah kita jika anak kita nanti melakukan praktek bid'ah dalam mendo'akan kita sebagai orang tua setelah kita mati nanti?
Belum lagi apa yang akan kita pertanggungjawabkan atas apa yang kita turunkan kepada anak cucu kita,semoga Allah menjadikan kita hamba yang senantiasa takut dan taqwa kepadaNya,dijadikan kita mati dalam khusnul khatimah,ditunjukkan kita dalam jalan yang lurus dan menguatkan kita dalam bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'la.
Tak inginkah kita menurunkan ilmu syar'i pada anak-anak kita sebagai bekal hidupnya dan do'a anak kita untuk kita setelah kita tak lagi menginjak dunia ini?
Itulah sebabnya praktek dan amalan-amalan yang tak ada tuntunannya namun berniat untuk mendapatkan pahala seperti tahlilan dan ritual-ritual yang berbalut bid'ah lebih disukai syetan.
Sepintas memang apa yang dilakukan dalam tahlilan adalah baaik,namun coba kita renungkan,
Apakah para sahabat melakukannya?jikalau itu memang baik mengapa sahabat tak pernah melakukannya?
A:Tapi ini khan tradisi mas?..
B:apakah kita akan mendo'akan dan mengirimkan pahala pada simayyit hanya berdasarkan sebuah tradisi?
Masihkah kita tega menyantap makanan dari keluarga yang terkena musibah ini?
A:ah,itu aja khan saya juga niatkan atas nama simayyit mas dan saya ikhlas kok ga ngersa terbebani..
B:apakah belum sampai kepada anda bahwa 'Allah tidak akan menerima amal seseorang yang menyejutukan Allah dan mengingkari apa-apa yang dibawa oleh RasulNya?
A:lalu apa hubungannya?..
B:bagaimana anda bisa mengatakan telah mentauhidkan Allah dan tidak mengingkari apa yang telah disampaikan Rasulalloh sedang anda mesih melakukan praktek bid'ah?
Membaca Al-Qur'an,Dzikir (tahlil) justru kita diwajibkan untuk itu,namun harus kita kerjakan sesuai dengan pada tempatnya,seperti apa? YAKNI seperti apa-apa yang telah disampaikan oleh Rasulalloh melalui hadits-hadits yang shahih,pemahaman para salafush shaleh dan ijma' atau kesepakatan para ulama tentang ilmu syar'i masalah ini.
Jadi,masih relakah kita jika anak kita nanti melakukan praktek bid'ah dalam mendo'akan kita sebagai orang tua setelah kita mati nanti?
Belum lagi apa yang akan kita pertanggungjawabkan atas apa yang kita turunkan kepada anak cucu kita,semoga Allah menjadikan kita hamba yang senantiasa takut dan taqwa kepadaNya,dijadikan kita mati dalam khusnul khatimah,ditunjukkan kita dalam jalan yang lurus dan menguatkan kita dalam bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'la.
Wallahu a’lam
(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”
Selasa, 08 Mei 2012
Ibu Mertua adalah Ibu kita
Pasangan
yang baru menikah, dituntut banyak penyesuaian. Selain adaptasi dengan
pasangan masing-masing, juga dengan keluarga besarnya. Terutama dengan
mertua, khususnya menantu perempuan dengan mertua perempuan. Jika
hubungan keduanya tidak ditata, bisa menjadi benih-benih pengganjal
kehidupan rumah tangga. Tak sedikit rumah tangga berantakan gara-gara
masalah ini. Nah, bagaimana tips menjalin hubungan baik dengan mertua
perempuan, berikut bisa diterapkan.
1. Jalin silaturahmi.
Bila tidak tinggal satu atap dengan mertua, jauh lebih baik. Anda bisa menata keluarga lebih bebas tanpa campur tangan mertua. Tapi, jangan lupa untuk mengunjunginya. Dengan atau tanpa suami, Anda harus punya jadwal rutin menengoknya. Terutama jika masih satu kota. Jika mertua di luar kota, jalinlah silaturahmi dengan rutin telepon menanyakan kabar, atau Anda memberikan kabar. Mertua tentu ingin tahu juga perkembangan cucu-cucunya. Jangan takut kehilangan topik pembicaraan. Misal tanya masa kecil suami, mertua pasti senang bernostalgia.
2. Mengalah dan empati.
Ibu mertua umumnya sudah berusia lanjut, di mana dalam fase ini mereka lebih sering menggunakan emosi daripada logika. Ibu mertua akan senang jika Anda terlihat ada kemauan untuk “menaunginya” dan terlihat bahwa Anda mau “membagi” suami Anda untuknya. Anda juga harus berempati. Dengan masuknya Anda dalam kehidupan suami, telah “memisahkan” ia dengan anak yang dicintainya. Coba bayangkan Anda menjadi dia, tiba-tiba anak lelaki Anda meninggalkan Anda.
3. Aktivitas bersama.
Ajaklah beraktivitas yang sama, terutama kegemarannya. Seperti memasakkan makanan kesukaan suami Anda (anak lelakinya), merawat tanaman di tamannya, ikut majelis taklimnya, belanja, dll. Hal ini dapat membuat ibu mertua merasa bahwa Anda memang memperhatikannya sebagai individu. Tentunya ini bisa dilakukan jika mertua masih satu kota.
4. Berpikir positif
Fokuskan perhatian Anda terhadap hal-hal yang baik yang ada dalam dirinya dan coba untuk menghindari pemikiran negatif mengenai dirinya. Misalnya ingat-ingat waktu Anda hamil anak pertama, ibu mertualah yang memberi jamu, mengajari memakai gurita dan nasihat tradisional lainnya.
5. Jangan mengeritik ibu mertua di depan suami.
Bagaimana pun ia tetap ibu kandungnya. Ingat pertalian darah tidak akan hilang sampai kapanpun. Kata-kata negatif mengenai ibu kandungnya hanya akan membuat suami Anda defensif dan semakin menjauh dari Anda.
6. Suami sebagai penengah.
Jika muncul konflik dengan ibu mertua, mintalah suami sebagai penengah yang adil. Jika mertua mulai ikut campur urusan rumah tangga atau sudah keterlaluan mengata-ngatai Anda, saatnyalah minta suami “menegur” ibu kandungnya. Kalau anaknya sendiri yang menasihati, ibu mertua akan cepat memaafkan dan melupakan. Jika Anda yang menegurnya langsung, justru hubungan akan makin runyam.
1. Jalin silaturahmi.
Bila tidak tinggal satu atap dengan mertua, jauh lebih baik. Anda bisa menata keluarga lebih bebas tanpa campur tangan mertua. Tapi, jangan lupa untuk mengunjunginya. Dengan atau tanpa suami, Anda harus punya jadwal rutin menengoknya. Terutama jika masih satu kota. Jika mertua di luar kota, jalinlah silaturahmi dengan rutin telepon menanyakan kabar, atau Anda memberikan kabar. Mertua tentu ingin tahu juga perkembangan cucu-cucunya. Jangan takut kehilangan topik pembicaraan. Misal tanya masa kecil suami, mertua pasti senang bernostalgia.
2. Mengalah dan empati.
Ibu mertua umumnya sudah berusia lanjut, di mana dalam fase ini mereka lebih sering menggunakan emosi daripada logika. Ibu mertua akan senang jika Anda terlihat ada kemauan untuk “menaunginya” dan terlihat bahwa Anda mau “membagi” suami Anda untuknya. Anda juga harus berempati. Dengan masuknya Anda dalam kehidupan suami, telah “memisahkan” ia dengan anak yang dicintainya. Coba bayangkan Anda menjadi dia, tiba-tiba anak lelaki Anda meninggalkan Anda.
3. Aktivitas bersama.
Ajaklah beraktivitas yang sama, terutama kegemarannya. Seperti memasakkan makanan kesukaan suami Anda (anak lelakinya), merawat tanaman di tamannya, ikut majelis taklimnya, belanja, dll. Hal ini dapat membuat ibu mertua merasa bahwa Anda memang memperhatikannya sebagai individu. Tentunya ini bisa dilakukan jika mertua masih satu kota.
4. Berpikir positif
Fokuskan perhatian Anda terhadap hal-hal yang baik yang ada dalam dirinya dan coba untuk menghindari pemikiran negatif mengenai dirinya. Misalnya ingat-ingat waktu Anda hamil anak pertama, ibu mertualah yang memberi jamu, mengajari memakai gurita dan nasihat tradisional lainnya.
5. Jangan mengeritik ibu mertua di depan suami.
Bagaimana pun ia tetap ibu kandungnya. Ingat pertalian darah tidak akan hilang sampai kapanpun. Kata-kata negatif mengenai ibu kandungnya hanya akan membuat suami Anda defensif dan semakin menjauh dari Anda.
6. Suami sebagai penengah.
Jika muncul konflik dengan ibu mertua, mintalah suami sebagai penengah yang adil. Jika mertua mulai ikut campur urusan rumah tangga atau sudah keterlaluan mengata-ngatai Anda, saatnyalah minta suami “menegur” ibu kandungnya. Kalau anaknya sendiri yang menasihati, ibu mertua akan cepat memaafkan dan melupakan. Jika Anda yang menegurnya langsung, justru hubungan akan makin runyam.
Senin, 07 Mei 2012
Agar Cinta itu tetap Tumbuh
Menikah adalah menjalankan sunnah Nabi, sesuai dengan fitrah manusia.
Hikmah yang dapat diambil kalau sunnah Nabi ini dijalankan adalah
munculnya ketentraman jiwa. Dengan pernikahan akan tumbuhlah kecintaan,
kasih sayang, dan kesatuan antara pasangan suami istri. Dengan
pernikahan, keturunan umat manusia akan tetap berlangsung semakin banyak
dan berkesinambungan. Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam bersaksi tentang rumah tangganya
dengan ungkapan yang sederhana, ”Baiti jannati”, ”Rumahku Surgaku”.
Rumah laksana surga akan dapat dirasakan jika orang-orang yang ada di
dalamnya dapat menjalin hubungan dengan penuh kasih sayang. Bukankah
salah satu tujuan dari pernikahan agar tercipta kehidupan rumah tangga
yang sakinah mawadah wa rahmah.
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasanan-Nya) bagi kaum yang berpikir". (QS. Ar-Ruum:30).
Cinta memang diperlukan dalam kehidupan suami istri. Dengan cinta akan muncul kasih sayang dan ketentraman. Kehidupan suami istri yang kering dan dingin tentu tidak akan memberikan kebahagiaan pada keduanya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan dan merawat cinta kasih di antara suami-istri. Misalnya dengan menumbuhkan rasa saling mengerti dan memahami sifat dan karakter masing-masing. Tidak ada salahnya bila Anda memahami dan mengerti dunia kerja, kesibukan atau kegiatan suami. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling mendukung dan menguatkan bila suatu saat suami mengalami permasalahan. Memperhatikan hal-hal yang terkesan remeh, juga bisa menumbuhkan rasa cinta. Contohnya, menjaga penampilan atau mengucapkan kata-kata romantis pada pasangan kita. Jangan lupa berilah perhatian yang tulus dan luangkan waktu untuk bers`ma. Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam mengajarkan agar kebahagiaan dan rasa cinta terjalin di dalam rumah tangga, salah satunya adalah dengan mengerjakan shalat tahajud bersama pasangan hidup kita. Sebab, perbuatan tersebut dapat mengisi rumah tangga kita dengan kebahagiaan, kegembiraan, dan cinta.
Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam bersabda,
"Semoga Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun pada sebagian waktu malam, kemudian mengerjakan shalat (malam) dan membangunkan istrinya, dan jika sang istri enggan untuk bangun maka ia akan memercikkan air ke wajah istrinya; dan semoga Allah menyayangi seorang perempuan yang bangun pada sebagian waktu malam, kemudian mengerjakan shalat (malam) dan membangunkan suaminya, dan ketika suami enggan bangun maka ia akan memercikkan air ke wajah suaminya." (HR. Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Insya Allah shalat tahajud bersama akan memberikan tidak hanya suasana yang romantis, tetapi juga kekuatan cinta. Menumbuhkan cinta, dan menambah kedekatan hati dengan pasangan hidup kita. Saat itulah waktu yang sangat jernih untuk menemukan makna cinta dalam satu biduk rumah tangga. Insya Allah
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasanan-Nya) bagi kaum yang berpikir". (QS. Ar-Ruum:30).
Cinta memang diperlukan dalam kehidupan suami istri. Dengan cinta akan muncul kasih sayang dan ketentraman. Kehidupan suami istri yang kering dan dingin tentu tidak akan memberikan kebahagiaan pada keduanya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan dan merawat cinta kasih di antara suami-istri. Misalnya dengan menumbuhkan rasa saling mengerti dan memahami sifat dan karakter masing-masing. Tidak ada salahnya bila Anda memahami dan mengerti dunia kerja, kesibukan atau kegiatan suami. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling mendukung dan menguatkan bila suatu saat suami mengalami permasalahan. Memperhatikan hal-hal yang terkesan remeh, juga bisa menumbuhkan rasa cinta. Contohnya, menjaga penampilan atau mengucapkan kata-kata romantis pada pasangan kita. Jangan lupa berilah perhatian yang tulus dan luangkan waktu untuk bers`ma. Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam mengajarkan agar kebahagiaan dan rasa cinta terjalin di dalam rumah tangga, salah satunya adalah dengan mengerjakan shalat tahajud bersama pasangan hidup kita. Sebab, perbuatan tersebut dapat mengisi rumah tangga kita dengan kebahagiaan, kegembiraan, dan cinta.
Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam bersabda,
"Semoga Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun pada sebagian waktu malam, kemudian mengerjakan shalat (malam) dan membangunkan istrinya, dan jika sang istri enggan untuk bangun maka ia akan memercikkan air ke wajah istrinya; dan semoga Allah menyayangi seorang perempuan yang bangun pada sebagian waktu malam, kemudian mengerjakan shalat (malam) dan membangunkan suaminya, dan ketika suami enggan bangun maka ia akan memercikkan air ke wajah suaminya." (HR. Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Insya Allah shalat tahajud bersama akan memberikan tidak hanya suasana yang romantis, tetapi juga kekuatan cinta. Menumbuhkan cinta, dan menambah kedekatan hati dengan pasangan hidup kita. Saat itulah waktu yang sangat jernih untuk menemukan makna cinta dalam satu biduk rumah tangga. Insya Allah
kerudung dalam yahudi dan kristen
Wanita memakai busana longgar panjang dari leher hingga kaki dan memakai
kerudung penutup kepala adalah suatu keumuman dari zaman ke zaman
sebelum Rasulullah. Ini terbukti dalam Bibel pun ada anjuran tegas
mengenai kerudung. Dan kali ini kita akan bahas satu-persatu bagaimana
pandang-an kedua agama tersebut (Yahudi & Kristen) memandang
kerudung (penutup kepala).
Kerudung dalam Tradisi Yahudi
Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya mening-galkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan bebera-pa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."
Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang". Dr Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."
Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang menge-nakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.
Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperboleh-kan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S. W. Schneider, 1984, hal 237).
Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239).
Kerudung dalam Tradisi Kristen
Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia sebelum tahun 80-an pakai-an biarawati adalah jilbab, pakaian pan-jang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Brazil, Dolcemaria). Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis. Kerudung panjang menutup dada ber-ubah menjadi kerudung hanya penutup rambut dan leher terbuka.
Padahal menutup kepala atau ber-kerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebe-lum Nabi Muhammad SAW.
I Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perem-puan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perem-puan yang dicukur rambutnya.
I Korintus 11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepa-da Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
Bukan hanya itu, pernyataan St. Paul (atau Paulus) yang lain tentang kerudung adalah pada I Korintus 11:3-10. St Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis: "Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat ber-ada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."
Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M Henning, 1974, hal 272)
Kerudung dalam Tradisi Yahudi
Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya mening-galkan sebelah mata saja. Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan bebera-pa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."
Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang". Dr Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."
Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang menge-nakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.
Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperboleh-kan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S. W. Schneider, 1984, hal 237).
Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239).
Kerudung dalam Tradisi Kristen
Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia sebelum tahun 80-an pakai-an biarawati adalah jilbab, pakaian pan-jang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Brazil, Dolcemaria). Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis. Kerudung panjang menutup dada ber-ubah menjadi kerudung hanya penutup rambut dan leher terbuka.
Padahal menutup kepala atau ber-kerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebe-lum Nabi Muhammad SAW.
I Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perem-puan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perem-puan yang dicukur rambutnya.
I Korintus 11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepa-da Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
Bukan hanya itu, pernyataan St. Paul (atau Paulus) yang lain tentang kerudung adalah pada I Korintus 11:3-10. St Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis: "Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat ber-ada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."
Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja (Clara M Henning, 1974, hal 272)
Langganan:
Postingan (Atom)